Puisi patah hati


Laksana di dera berjuta mata cambuk
bagai di hujam rentetan mortir
ketika terucap dari bibir indah mu kata yang tak ku ingin menabuh gendang telinga ku
mimpi ku mendadak sungsang bagai komputer di serbu gerombolan virus trojan
angan ku lunglai terkulai tanpa asa
segumpal noda hitam melabrak indahnya hari ku mencabik cabik dan membelenggu dengan cakar cakar hitamnya yang maha tajam
yang tersisa hanya nestapa dan perih
ku tak ingin kata itu
ku benci kalimat itu
oh maha dewa hempas kan kata kata itu dari serpihan jiwa ku yang tercabik di sayat suara lembutnya mengucap dia tak cinta ku lagi


puisi by dstoy


klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya