Kasih Sayang


Rasa kian menggelora
Indah kian bertanda
Bagaikan rona merah bunga
Ikut bertebar diantara dua telinga

Secercah kasih saying
Dari yang ku sayang
Rapuhkan petang
Rasa kasih selalu datang

Dia member kasih sayang tulus
Pancarkan cahaya lurus
Bagai lilin tak kan putus
Baga awan disangga kencang oleh pinus

Senyum indah tertampak
Tak kan putus oleh kapak
Tak kan luntur oleh minyak

Semoga selalu ada
Walau mati di dunia
Rasakan ini nyata
Jangan kotor oleh rasa benci semata
Karen ini titipan dari-Nya



by chichi 'aisyatud da'watiz zahroh



klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Bingung


Kakiku tak dapat lagi menopang tubuh
Mataku begitu perih oleh debu jalanan
Pikiranku pun kosong ditengah keramaian
Tak ada lagi tanah yang bisa kupijak
Menerusi hari entah sampai kapan
Semakin hari semakin dewasa
Atau semakin mendekat ke alam baka
Melupakan terlalu sulit
Mengenang terlalu sakit
Meratapi terlalu pahit
Bagai racun yang ada di tubuhku
Mencari sedikit celah agar
Dapat keluar , tapi semua
Tak mungkin
Tak ada tempat melarikan diri
Tertawa namun tak bahagia
Menangis namun tak sedih
Entah apa yang harus kulakukan
Semua hanya untuk menutupi
Berbagai celah yang ada





by Catharine





klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Penyair Sejati


ia adalah penyair
mahir, tajir, tukang sihir
hobi: menulis banjir
merenungi takdir

jarang sekali
ia nongkrong di rumah
katanya,
untuk mencari kata
harus berkelana
atau paling tidak
ngeluyur di taman kota

ketika senja
menampakkan wajah
ia kembali ke ruang kerja
mengumpulkan, membersihkan
kata-kata yang berserakan
di jalanan

sepuluh menit kemudian
pengemis renta
menghampiri pintunya
hanya mengharap recehan
yang ia simpan
dalam kaleng bekas

dengan spontan
ia menyambutnya riang:

“lain kali saja pak tua,
aku masih berpikir
bagaimana caranya
semua penyair
tak merawat kikir”

Malang, 2010




by riza multazam luthfy






klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Sarang Laba-laba


Wujudmu diberantas...
Keelokanmu diterpas....
Keasyikan pembuatanmu dihempas...
Para halayak tak inginkan keberadaanmu...
Hingga anak kecil memusuhimu...
Kau kotor...
Kau menggelantung bagai dekor...
Kau merusak pemandangan hunian doktor...
Kau lading penyakit tersohor...
Dengan bangga...
Kau tersenyum di jendela...
Tertawa di pintu bunga...
Mengolok-olok nyawa ditiang penyangga...
Tapi...
Kau langsung digulung-gulung dengan gembira...
Diaduk-aduk tanpa putus asa...
Dibuang-buang dengan sengaja...
Hanya lima kata keluar dari bibir jontor...
Selamat tinggal wahai sang pengotor....




by chichi 'aisyatud da'watiz zahroh





klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Pendulang Emas


Pendulang emas menangis...
Rela mencari sambil meringis...
Dengan tubuh kembang kempis...
Kuatkan tekad diraga gerimis...
Tanah tak bersahabat jatuh...
Menenggelamkan ditirta keruh...
Bagimu...
Emas sangat bemakna...
Bagi insan bergelimang harta...
Pengorbanan tulangmu jadi rekayasa...
Kehidupan asam asingmu jadi tontonan mata...
Tanpa belas kasihan....
Tanpa penghargaan...
Itu bukan keinginan mereka...
Tapi mata-mata mereka sandarkan...
Sebuah pengakuan dan hubungan...
Agar mereka layak kententraman...
Senyum berkilau dari hati kemakmuran....



by chichi 'aisyatud da'watiz zahroh




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Kaos Kaki Kecil


Kaos kaki kecil biru...
Pemberian bu guru...
Kecil bertebaran kupu-kupu...
Zaman fana yang berliku...
Mendaku rayu tetap melejit di otak kananku...
Itu semua kenangan takjubkan rasa...
Tapi sekarang lusuh berasa...
Kaki manisku sudah besar kujumpa...
Hidungkuikiut terjaga...
Nyawa ini sudah beranjak dewasa...
Aku beli kaos kaki jingga...
Memencarkan gejolak delta cahaya...
Kupakai disanubariku yang menggelora...
Tapi sayang...
Aku malang...
Di pematang sawah senja siang...
Kaos kakiku kotor sayang...
Tapi tetap datang...
Memori kaos kaki kecilku tertawa riang...



by chichi 'aisyatud da'watiz zahroh



klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

UANG RECEH


Cring....cring....cring....
Itulah hentakan sensasimu...
Raga pengamen...
Tubuh gelandang bagai permen...
Menentikan lambaian sang malaikat...
Tapi kental terikat...
Kuasamu terhempas jauh...
Kelebar jagat raya...
Senyumanmu takakan rapuh...
Walau komet menubruk meluncur kukuh...
Kau yang dibanggakan...
Panorama cermin meroketnya zaman...
Rupa ragamu kecil tak terlihat...
Tapi matamu rapat...
Bertatap gerak mayat...
Padat...
Padat...
Bulatan penuh mahligai manfaat...



by chichi 'aisyatud da'watiz zahroh



klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Kerinduan


Selalu

Kunantikan kabar darimu

Aku disini masih setia kepadamu

Tak ingin ku berubah, ingin tetap seperti dahulu

Sebagai kekasih yang selalu

Mencintai, menyayangimu

Kini kurindukan dirimu

Datanglah kau padaku

Berikan setetes embun kerinduan

di hati yg kini kering merindukanmu



by bobo




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

CINTA VS SAYANG


Saat cinta datang menghampiriku,itulah awal dari kehancuranku.

Saat cinta datang dan singgah,saat itulah bencana mulai datang

cintamu membutakanku
cintamu ibarat senyuman berbalut racun.

Saat aku mulai tersadar,dan tinggalkan cinta.
Ada sayang yg dengan sabar slalu menanti ku kembali.

Saat sayang kembali menghias hati,sejak itulah hdpku penuh dgn makna.

Trimakasih untuk rasa yg kau berikan padaku



by TETY DEWI ADHAWATI




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Ketika Cinta


Ketika cinta menghampiri
Gelisah menandakan rindu
Ketika cinta mendekati
Ingin jauh ku tak mampu

Ketika cinta mendekap
Ingin terus ku terlelap
Ketika cinta membuai
Hasrat pun terangkai

Ketika cinta mulai menjauh
Galau menandakan ragu
Ketika cinta melangkah
Ku kejar tuk menahan

Ketika cinta pergi
Tak kuat ku mencari
Ketika cinta tak kembali
Tak kuasa ku menanti


by RIKA KOMARIAH




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Perjalanan Cinta


Ketika aku berjalan di kesunyian
Meratapi hatiku yang larut dalam kesendirian
Kulihat seseorang mengiringi bayangku
Sedetik aku melihatmu
Tatapanku terus mengarah ke bawah
Tak kuasa melihat parasmu
Tapi hati ini berseru ”jangan menyerah!”
Semenit aku melihatmu
Hari demi hari kita lewati
Penuh canda dan tawa ria
Kurasakan hati ini dengan teliti
Sejam aku menyukaimu
Jantungku berdebar saat di dekatmu
Hatiku resah saat jauh darimu
Kau kau pejara aku dalam rindu
Sehari aku mencintaimu
Mukamu terlihat resah
Dan menatapku dengan ragu
Selangkah demi selangkah kau menjauh
Sebulan aku menantimu
Sungguh terkejutnya aku
Melihat kembalimu dengan seorang gadis
Penantianku pun berakhir dengan luka
Selamanya ku harus melupakanmu



by RIKA KOMARIAH





klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Hilangnya Cinta


Di ujung senja yang merona
Berbalut eloknya langit jingga
Saat Sang surya kembali ke pangkuan
Kau tinggallah nama
Dewi malam muncul hiasi langit gelap
Ditemani kemilau bintang yang bertaburan
Saat sepi mulai menyapa
Kau tinggallah kenangan
Dalam lelap ku tersenyum
Melihatmu bahagia tanpaku
Di ruang mimpi yang semu
Kau bertahan dalam khayalan
Embun pagi meneteskan dukaku semalam
Matahari pun mulai menaiki tangga langit
Semoga hari ini ku bisa
Melangkah tanpamu di sisiku



by RIKA KOMARIAH





klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

kamu


Matamu bagai kilau bintang di malam hari
Kutatap untuk mencari kesejukan
Yang kuharap muncul dari sorot matamu itu
Senyummu menawan bagai sabit rembulan
Kupandang untuk mencari pelepas jenuh
Yang kuharap muncul dari ketulusanmu itu
Wajahmu yang merona bagai mentari
Kusentuh untuk untuk mencari pengobat rindu
Yang kuharap muncul dari keindahanmu itu
Kata-katamu mesra merayu bagai buaian senja
Kudengar untuk mencari cinta sejati
Yang kuharap semua itu darimu...



by RIKA KOMARIAH





klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

kembali


Waktu yang berjalan
Menuntunku ke masa depan
Jalanan yang kulalui
Temaniku meraih mimpi
Tanpa sadar kupalingkan muka
Terlihat bayangku mengarah ke masa lalu
Seakan berbisik dan mengajakku
Tuk kembali padamu
Terasa berat ragaku
Terasa kaku bibirku
Tuk ungkapkan semua
Apa yang sebenarnya kurasa
Hati tak menentu
Hendak kemana ku menuju
Dan apa pilihanku

Haruskah aku berhenti
Setelah jauh berlari
Haruskah ku memilih
Setelah lama ku lupakan

by RIKA KOMARIAH




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Andai Ku Bisa


Andai ku bisa
Menatap sisi indahnya
Merasakan lembut sentuhannya
Dan kugenggam jemarinya
Andai ku bisa
Masuki ruang hayalnya
Hadir di setiap mimpinya
Dan kujaga lelap tidurnya
Andai ku bisa
Mengisi ruang dalam kekosongannya
Temani saat sepinya
Dan milikinya dengan cinta
Andai ku bisa
Ungkapkan semuanya
Segala asa yang kurasa
Dan wujudkan cita



by RIKA KOMARIAH




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Pantaimu


Hamparan pasir, banyaknya cinta untukmu
Debur ombak, kencangnya gejolak cinta untukmu
Sapuan angin, sejuknya cintaku untukmu
Pancaran matahari, hangatnya cintaku untukmu
Lambaian kelapa, rayuku cairkan beku hatimu
Kibaran layar, inginku bawamu seberangi laut asmara

by RIKA KOMARIAH


klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Rangkaian


Rangkaian kata adalah puisi
Rangkaian bunga adalah buket keindahan
Rangkaian mimpi adalah bunga tidur
Rangkaian kasih adalah dirimu


by RIKA KOMARIAH




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Aku memang diam...


Aku membiarkan hatiku terbakar tanpa memohon pada siapapun untuk memadamkannya...
Aku membiarkan hatiku sakit tanpa memohon pada siapapun untuk menyembuhkannya...
Aku membiarkan rasa sepi terus menghantuiku tanpa memohon pada siapapun untuk mengusirnya...
Aku membiarkan air mata ini terus menetes tanpa memohon pada siapapun untuk menghapusnya...
Aku membiarkan separuh jiwaku hilang tanpa memohon pada siapapun untuk mencarinya...
Karena aku yakin hanya engkaulah yang aku butuhkan...


by RIKA KOMARIAH




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Penjahit cinta


Tentangmu aku mengukur bahagia
Tentangmu aku mempola khayal
Tentangmu aku menggunting lara
Tentangmu aku menjahit mimpi
Tentangmu aku mengobras ujung jalan cintaku

by RIKA KOMARIAH



klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

Karya terindah


Namamu tertulis dalam bait pikir
Wujudmu tergambar di atas kertas lamunan
Suaramu merdu terdengar memanggil
Lekuk indahmu terpahat sempurna dalam imaji
gerakmu gemulai mengajakku melayang
Kaulah mahakarya Tuhan yang kupuja


by RIKA KOMARIAH




klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

mata


Tak bergerak bagai bibir....
Tak merenung bagai hati pasir...
Berpura-pura hendak berpikir...
Jadikan langkah kian tergelintir...
Mungkin hina ketika melihat rotasi bumi yang terbuka...
Tapi ini ada dalam debaran kedap-kedip rasa...
Melihat keelokan dunia fana...
Menutup merasakan alam dunia...
Kini aku bersimpuh menyendiri..
Bersyukur kepada Ilahi..
Dengan adanya mata ini..
Belajar menyerbu kehidupan terakhir menanti...
Sanggupkan jiwa dalam roda asap putaran bumi......


puisi by chi chi



klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

waktu


lama aku tak bisa untuk menulis
terlalu sulit untuk ku terjemah.
apa yg terjadi
dan apa yg ku inginkan
puisi mulai hilang
dari bagian hari2 ku yg mungkin semakin tak berarti.
aku hanya melakukan
tanpa berharap untuk di lakukan.....

bertahan pada satu rasa
rasa yg begitu sulit
namun tak berani ku untuk menyerah.

malam ini bintang begitu indah,
menertawakan kemurungan ku yg sendiri.
sungguh malu tuk melihat sekitar
karen takut rasa ingin itu akan muncul....

ingin untuk dia ada di sini
ingin untuk ada yg menemani ku malam ini.
dan
ingin untuk dia kmbali.

ku ingin kembali kecerita hidup ku yg lalu
walau ku jalanin dengan air mata
namun ada rasa yg mampu untuk ku nikmati.

aku kangen....
kembali lah
bawa hati ku yg sempat kau bawa


puisi by nurafni


klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya