langit pagi hari menyejukan hati, sesaat tapi kembali perih,
Senja hari berganti, gerombolan burung mulai berebut untuk berkicau, sekali lagi menghibur hati yg tersakiti,
Bintang pada malam haripun tak kalah ikut menghibur, tidk banyak, hanya sedikit menyinari hati yg lelap,
mengikuti temannya, bulanpun bermksud menghibur, berharap akan ada kebahagiaan yang bergeser mengganti hati yg teriris,
Selamanya akan tetap seperti itu.
Disisi lain,
Berbagai pertanyaan hilir mudik mengisi kosongnya pikiran,
Sbenarnya Kmana tuhan mmbawa jodohku?
Tatapan mata menyiratkan pilu menambah perih sang penghibur,
Pernahkah kau berfikir bhwa selamanya ak akan tetap begini?
Menerima kbahagiaan sesaat yg berganti setiap harinya, namun akn tetap perih pada akhirnya?
Wahai sang penghibur, Pernahkah kau berfikir, bahwa sbenarnya jodohmu telah mati?
Lalu untuk apa aku setia menanti di sudut jendela ini?
Selalu.
Dan aku fikir,
selamanya akan seperti ini.
puisi by soviana nur afifah
klik di sini untuk melihat puisi selanjutnya