SYUKURKU


By on 19.14

Setiap kedip mataku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang melihat, tetapi buta.

Setiap tarikan napasku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.

Setiap suara yang kudengar Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang mendengar, tetapi tuli.

Setiap desir angin yang kurasa Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang merasa, tetapi kebal.

Setiap degub dan detak jantungku Ya Allah,
Aku bersyukur atas nikmat ini.
Banyak orang hidup, tetapi mati.

Akhirnya Ya Allah,
Jangan Kau cabut rasa syukurku ini dari hatiku,
Yang dapat membuatku buta, bebal, tuli dan mati.

i love u

"I love you" are just three words
Together as a phrase
If said, they must be sincere
Not just a passing phase
These words have strength in meaning
Sincerely pleasing to hear
If these words are said
They must be loud and clear
You musn't say "I love you"
Or I will say it back
'Coz if I feel it, I will say it
And then my love shan't lack

Cintaku hilang

Bila angin tak dapat berhembus.....
Akankah dahan diam membisu
Jika sang surya tak dapat bersinar...
Akankah daun hidup dalam duka

Kerikil kecil ada di tepian...
Tersendat ombak perlahan
Jingga pelangi berubah nuansa
Tak elakan kini harus kusUdahi

Jarum di tumpukan jerami takkan ku temui
Aku pulang dengan kesedihan
Sahabat datang dan pergi
Tak ada lagi yang akan menggenggam jemari

Akar pohon unggas tak mampu bertahan
Tatapan mata menerawang jauh tak tentu arah
Sekelumit cerita yang kudapati
Membuka cakrawala arti hidup

Kupamit undur diri...ku kantongi bahan kehidupan
Cerita ini hanya datang sekali..
Takan mungkin ku ulangi membuat luka yang terdalam

Dalam kesucian hati ...ucapan maaf tulus terucap
Edelewis bunga keabadianku
Takkan kusimpan kata untuk merangkai
Jambang bungamu terpenuhi oleh melati perasaan
Ku coba butakan mata dan perasaan
Menahan duka yang terpendam dalam jiwa

Anganku hampa tanpa kehadiran wajah
Khayalan ku pergi tanpa lubang bertepi
Kemarau duka kembali bersemi
Menemaniku menjalani alur kehidupan
Kau tetap cintaku yang terlupakan
Yang hilang ketika kau utarakan perasaan
ku tekan angka tak ada jawaban

dalamnya cinta

birunya langit seindah matamu
embunnya pagi sebening cintaku padamu
hijaunya daung seperti suburnya ragamu
cintaku ta kan pernah habis di telan waktu

pandanganmu membuatku terdiam
senyummu hancurkan duri yang sangat dalam
aku takkan pernah patah walau mata terpejam
dan jiwaku hanya untukmu seorang

seberrkas cahaya menerangi hati yang luka
cabikan pisau mmenghantam badai
tak seorangpun yang dapat menyimpan luka
karna kau disisiku selalu selamanya






puisi by   Keyzzia Tarahmania





klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.