Keelokanmu diterpas....
Keasyikan pembuatanmu dihempas...
Para halayak tak inginkan keberadaanmu...
Hingga anak kecil memusuhimu...
Kau kotor...
Kau menggelantung bagai dekor...
Kau merusak pemandangan hunian doktor...
Kau lading penyakit tersohor...
Dengan bangga...
Kau tersenyum di jendela...
Tertawa di pintu bunga...
Mengolok-olok nyawa ditiang penyangga...
Tapi...
Kau langsung digulung-gulung dengan gembira...
Diaduk-aduk tanpa putus asa...
Dibuang-buang dengan sengaja...
Hanya lima kata keluar dari bibir jontor...
Selamat tinggal wahai sang pengotor....
by chichi 'aisyatud da'watiz zahroh
klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya