Bertarung dengan waktu menembus sepi
Menahan kesakitan dalam malam yang hujan
Mengingat seribu bayang nan rapuh
Aku mengingat wajahmu yang sendu
Tertimpa matahari dan hujan di sana
Mengais rindu tak terkatakan di hati
Mengemis cinta pada bayangan tak nyata
Kepergianmu yang aneh membuatku bertanya
Kepada sang bulan merah jambu di sana
Adakah cinta begitu mempermainkan perasaan
Sehingga rasa sakitnya seperti racun arsenik
Bayangan sang kematian merayap sepoi-sepoi
Bersama bintang yang redup di pelabuhan gelap
Menilik seseorang tertidur dalam sepi
Menanti belahan jiwa kembali dalam pelukan
Kembali dalam sangkar emas
Aku melihatmu yang sedih
Membayangkan asamu tuk kembali
Merengkuh cinta kita yang abadi
by Luciana Theodora
klik di dini untuk melihat puisi selanjutnya