Ribuan jarum air menerjang tanah seakan ingin melahapnya, menghabisinya dari bawah langit yang kelabu. Tapi dibawah langit itu juga ada aku, lelaki ringkih yang juga berharap langit mengahabisi ku.
Hujan membawa kenangan mu, Rie.
Bahkan mendungnya membawa aromamu, tajam menyentuh inderaku, menusuk-nusuk kenangan yang telah lama ingin aku tinggalkan. Mengendap menjadi rindu. Lalu berdiam dihati ku, tak mau pergi, tak bisa diobati... “
by leanajail